Popular Posts

Kategori

Ayah Tiri Celamitan

Posted by Info Hot On Rabu, 14 Desember 2011 0 komentar
Ayah Tiri Celamitan
- Sungguh terlalu lelaki dari Mojokerto (Jatim) ini. Nama aslinya meniru ulama besar dari Iran, tapi kelakuannya sungguh jauh panggang dari api. Bagaimana tidak? Hanya karena tak puas atas “pelayanan” bini, Ngadul, 43 (bukan nama sebenarnya), tega memperkosa Dewi, 18 (bukan nama sebenarnya), anak tirinya. Terpaksalah bapak tiri celamitan ini jadi urusan polisi.
Istri dalam usia menjelang kepala empat, mestinya masih STNK (setengah tuwa ning kepenak). Namun ternyata tak semuanya bisa begitu. Ada juga yang menjadi aksioma atau perkecualian. Bagi suami yang pengabdi seks, ini merupakan kiamat sugro dalam rumahtangganya. Apa lagi bagi mereka yang tak punya iman kecuali “si imin”, mulailah dia berpaling kepada wanita lain, yang kemudian biasa disebut WIL.
Tipe pria seperti ini ternyata termasuk juga Ngadul warga Desa Ngrowo Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto. Saat menikah 5 tahun dulu dengan Ny. Yatmi (bukan nama sebenarnya), ibarat mobil sepertinya  sang istri masih mulus, physique kaleng, surat-surat komplit dan jarang pakai. Tapi setelah jadi suami istri selama 4 tahun, lho……… dikendarai kok mulai mbrebet, mesin pincang. Diperiksa kap mesin, walah……olienya bocor ke mana-mana.
Ingin rasanya Ngadul melepas “kendaraan” itu, lalu ditukar dengan kendaraan lain yang masih sip. Tapi untuk itu kan diperlukan biaya ekstra, sedangkan Yatmi istrinya ini, meski sudah tidak nyaman dikendarai, dia termasuk perempuan yang ubed alias pintar mencari tambahan buat keluarga. Terus terang saja, mengandalkan gajinya sendiri di pabrik tinta, Ngadul merasa tak siap membiayai rumahtangga.
Antara kebutuhan perut dan yang di bawah perut, sekarang terjadi benturan. Yatmi memang bisa menambah kesejahteraan untuk perut, tapi untuk yang di bawah perut, pelayanannya sungguh mengecewakan. Lalu harus bagaimana solusinya?  Ngadul benar-benar bagaikan menghadapi buah simalakama. “Kan ada anak tiri, Bleh. Sikat saja si Dewi, gitu saja kok repot,” kara setan memberikan solusi.
Tiba-tiba Ngadul memukul jidat sendiri yang lebar bak alun-alun kota. Oh iya, kenapa “gadis” di pelupuk mata tak sadar? Dia lalu merenung, mempertimbangkan untung ruginya atas solusi dari setan itu. Ternyata Ngadul lebih condong pada opsi setan. Artinya, tak peduli nama aslinya membawa nama seorang ulama besar,  dia harus menggagahi Dewi anak tirinya, demi kepuasan biologis.
Iman Ngadul benar-benar sudah jebol. Gadis pelajar SMA itu pagi-pagi buta di kala ibunya sudah berangkat ke pasar untuk jualan sayur mayur, langsung ditubruk. Awalnya Dewi berontak, karena dikala enak-enaknya dibuai mimpi, mendadak tubuhnya ditindih ayah tirinya. “Kalau nggak mau, ibumu saya cerai,” ancam Ngadul. Lantaran takut kehilangan tempat bernaung ekonomi, akhirnya Dewi joke bertekuk lutut dan berbuka paha.
Kekejaman ayah tiri ini nyaris tak terungkap, andaikan Dewi tak berubah perilakunya. Namun begitulah yang terjadi. Sejak diperkaos ayah tirinya, di sekolah dia selalu murung, sehingga guru-guru menjadi curiga. Di ruang guru, guru wali kelas menanyakan gerangan apa yang terjadi. Awalnya Dewi tetap tak mau mengaku. Tapi berkat kesabaran dan empati Bu Guru, akhirnya mengakulah bla bla bla ……sambil menangis terisak-isak.
Andaikan bom meledak di sekolah itu, Bu Guru takkan seterkejut ini. Masak sih, ayah tiri tega makan anak tiri sendiri? Atas pengakuan spektakuler Dewi, pihak sekolah segera memanggil Ny. Yatmi, diberi tahu tentang apa yang terjadi. Ibu Dewi joke menangis tersedu-sedu. Hari itu juga dia melaporkan Ngadul ke Polres Mojokerto, minta suami yang celamitan.
Harusnya Ngadul malu dengan namanya yang bagus itu. (DS/Gunarso TS)

0 komentar:

Poskan Komentar